Laporan Pendahuluan pada Konjungtivitis

Konjugtivitis atau mata merah adalah peradangan konjungtiva akibat suatu proses infeksi atau respon alergi. (Corwin, 2001).

Konjungtivitis adalah inflamasi konjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan dan eksudat. Pada konjungtivis mata nampak merah, sehingga sering disebut mata merah. (Brunner & Suddarth,2001)

Konjungtivitis yaitu peradangan konjungtiva yang biasanya infeksi / alergen.(David Ovedoff. 2002:812)

Klasifikasi Penyakit Konjungtivitis

Konjungtivitis dapat dibedakan sesuai dengan klasifikasinya sebagai berikut:

laporan pendahuluan konjungtivitis

 

Pembagian konjungtivitis berdasarkan penyebabnya

Konjungtivitis Bakeri
Radang konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri dan mudah menular (stafilococus, streptococus, konjungtivitis diphteri, pseudomonas aeruginosa dan lain-lain.)

Konjungtivitis Virus
Radang konjungtiva yang disebabkan virus / infeksi herpes simpleks (adenovirus, herpes, klamidia, dan lain-lain). Biasanya bisa terjadi bersama-sama dengan infeksi saluran nafas atas, biasa disertai sakit tengorokan dan demam.

Konjungtivitis Klamidia (inclusion conjungtivitis)
Radang konjungtiva yang disebabkan klamidia okulogenital.

Konjungtivitis Alergie
Radang konjuntiva akibat alergi / reaksi hipersensitivitas terhadap setiap bahan yang bersifat alergen / non infeksi. Sebab alergi antara lain, bahan kimia, lingkungan, makanan, obat).

Konjungtivitis Sika
Radang konjuntiva yang disebabkan keringnya permukaan konjungtiva akibat berkurangnya sekresi kelenjar lakrimalis. Terjadi pada penyakit-penyakit yang menyebabkan defisiensi komponen lemak air mata. (kapita selekta 2001)

Pembagian konjungtivitis berdasarkan gambaran klinis

Konjungtivitis Kataral
Infeksi konjungtiva dengan gejala khas berupa peradangan lateral pada membran mukosa konjungtiva yang disebabkan oleh virus (morbili), bahan kimia, infeksi bakteri (stapilococus, pneumococus, dilobasil morax dan basil kochweeks).

Konjungtivitis Purulen (gonorroe)
Radang konjuntiva akut dan hebat yang disertai sekret purulen yang disebabkan oleh kuman neiseria gonnore.

Penyakit ini dapat mengenai :

  • Bayi 1-3 hari (oftalmia neonaturum) akibat dari infeksi jalan lahir dari ureitis
  • Ibu bayi berumur lebih dari 10 tahun atau anak-anak (konjungtivitis gonorroe infantum)
  • Orang dewasa disebut konjungtivitis gonoreida adultorum, infeksi ini biasanya terjadi karena autoinfeksi pada orang penderita uretritis atau seruitis gonoroe.

Konjungtivitis Membran (Konjungtivitis Ligneus)
Radang konjuntiva yang menahun, sering berulang-ulang dengan terdapatnya pembentukan membran / pseudomembran. Umumnya mengenai 2 mata dan kadang-kadang disertai penyakit menular lainnya.

Konjungtivitis membran dapat pula disebabkan oleh diphteria, konjungtivitis pseudomembran disebabkan infeksi yang hiperakut seperti infeksi pneumococus.

Konjungtivitis Folikuler
Radang konjuntiva yang disebabkan oleh pembentukan folikel. Folikel merupakan suatu reaksi adenoia pada konjungtiva akibat berbagai rangsangan seperti bakteri, virus dan bahan kimia dan biasanya disertai sekresi mata yang berlebihan.

ads by google :

Konjungtivitis folikular meliputi:

  • Kerato konjungtivitis epidemi, merupakan radang yang berjalan akut, disebabkan infeksi adenovirus tipe 3, 7, 8 dan 19. Timbul sebagai suatu edemik penularan biasa melalui kolam renang.
    masa inkubasi 5-10 hari, masa infeksi 14 hari
  • Demam Faringo Konjungtiva
    Disebabkan infeksi adenovirus tipe 2, 4, 7 yang mengenai satu atau dua mata terutama usia remaja, disebarkan melalui dropled / kolam renang, masa inkubasi 5-12 hari.
  • Konjungtivitis hemoragik akut
    Disebabkan oleh anterovirus 70, sukar diisolasi dan butuh media khusus, masa inkubasi 1-2 hari. Biasanya dimulai dari satu mata untuk beberapa jam atau 1-2 hari kemudian diikuti peradangan akut mata yang lain. Sangat menular dengan kontak langsung / tidak langsung melalui benda-benda yang terkontainasi sekret mata penderita.
  • Konjungtivitis new castle
    Radang konjungtiva yang disebabkan virus new castle, biasanya terdapat pada pekerja peternak unggas, biasanya unilateral, masa inkubasi 1-2 hari.
  • Inklusio konjungtivitis
    Disebabkan oleh klamidia okula-genitalia, masa inkubasi 4-12 hari, pada bayi ditularkan melalui jalan lahir dan pada dewasa kontak langsung dengan genitalia dan kolam renang.
  • Trakoma
    Termasuk penyakit menular. penyebab penyakit ini adalah klamidia trakoma, masa inkubasi sukar ditentukan karena perjalanan penyakit lambat.

Konjungtivitis Vernal
Adalah peradangan bilateral dan rekuren yang khas dan merupakan suatu reaksi energi, sering terdapat pada musim panas di negeri 4 musim, sepanjang tahun pada negeri-negeri panas. Penyakit ini terdapat pada anak-anak dan dewasa muda (6-20 tahun), lebih sering pada anak laki-laki dan sering menunjukkan gejal-gejala alergi terhadap tepung sari dan rumput-rumputan.

Konjungtivitis Fliksen
Peradangan konjungtiva karena reaksi alergi yang dapat terjadi bilateral / unilateral, biasanya terdapat pada anak-anak dan kadang-kadang pada orang dewasa. Merupakan manifestasi alergi endogen, tidak hanya disebabkan protein tuberculosis tapi juga antigen bakteri lain (safilokok). Penderita biasanya punya gizi yang buruk

Penyebab Konjuntivitis

Konjungtivitis dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti :

  • Infeksi oleh virus (adenovirus, newcastle, morbili, klamidia, anteroulus, pikrona herpes simpleks dan herpes zooster) dan bakteri (stafilococus, pneumococus, diplobasilus morax-axenfled, diplobasilus kochweeks, pseudomonas aeroginosa, torynebacteum dipheriae)
  • Iritasi oleh angin, debu, asap, polusi dengan udara lain, sinar UV dari las listrik dan sinar matahari
  • Kelainan saluran air mata / berkurangnya kelenjar lakrimalis karena defisiensi lemak air mata
    Pemakaian lensa kontak yang tidak terawat
    Imunologis, daya tahan tubuh yang menurun

Gejala Konjunctivitis

Tanda-tanda konjungtivitis secara umum antara lain:

  • Konjungtiva memerah dan bengkak.
  • Fotobia(keengganan terhadap cahaya)
  • Nyeri bila di tekan
  • Rasa berpasir pada mata
  • Kelopak mata bengkak dan sangat gatal
  • Sekret membuat kelopak mata lengket dan berbentuk krusta /
  • Kropeng hingga sukar dibuka ketika bangun tidur pada pagi hari.
  • Pembuluh-pembuluh konjungtiva menjadi hiperemi

Berdasarkan gambaran klinis

Konjungtivitis Katoral

  • Gejala subyektif:rasa seperti ada benda asing,fotofobia,kemunduran fisus
  • Gejala obyektif :sekret mukoporulen lebih banyak pada pagi hari,hiperemi konjungtiva tarsal,pelebaran pembuluh darah konjungtiva (inseksi konjungtiva),perdarahan di bawah konjungtiva

Konjungtivitis Gonorroe
Pada bayi dan anak :

  • gejala subyektif : tidak ada
  • gejala obyektif : kelainan bilateral dengan sekret kuning kental kelopak mata bengkak, sukar dibuka dan terdapat pseudo membran pada konjungtiva tarsal

Pada orang dewasa

  • Gejala subyektif : nyeri pada mata, disertai tanda-tanda infeksi umum, biasanya pada satu mata (mata kanan)
  • Gejala obyektif : sekret purulen tidak begitu kental, selaput konjungtiva menonjol, hipertrofi papiler

Konjungtivitis Ligneus

  • Timbul sejak anak-anak dan usia muda, menetap bertahun-tahun
  • Membran / pseudomembran pada konjungtiva tarsal
  • Konjungtivitis Folikuler
  • Sekresi mata bertambah
  • Demam, mata berair dan ada benda asing
  • Radang tenggorokan
  • Mata merah
  • Kelopak mata bengkak dan lain-lain
  • Konjungtivitis Vernal
  • Gatal dan berair
  • Pertumbuhan papil besar
  • Penonjolan di daerah limbus

Konjungtivitis Fliksen

  • gejala subyektif : iritasi dan hiperlakrimasi
  • gejala obyektit : Tonjolan bulat kuning / kelabu, pelebaran pembuluh darah konjungtiva

Patofisiologi Terjadinya Konjunctivitis

Trauma, penyakit penyerta, kelainan saluran air mata, ektropion dan entropion, pemakaian lensa kontak yang kurang perawatan kemudian timbul jamur dapat menjadi penyebab konjungtivitis.

Keadaan lingkungan yang tidak mendukung, kemudian daya tahan tubuh menurun dapat menyebabkan tubuh tidak punya pertahanan terhadap benda asing.

Tubuh kontak dengan bakteri, virus, iritan, alergen, jamur, kemudian invasi ke mata dan berkembangbiak / multiplasi, mata terinfeksi sehingga kelopak mata tidak dapt membuka dan menutup dengan sempurna, karena itu mata menjadi kering sehingga terjadi iritasi menyebabkan konjungtivitis.

Karena mata telah teriritasi, tubuh melakukan reaksi antigen, leukosit meningkat untuk fagositosis bakteri, lalu bakteri mati, mata mengeluarkan nanah yaitu belek / lakrimasi, mata pun menjadi lengket karena nanah tersebut. Tubuh (mata) juga merespon dengan mengeluarkan zat toxic pada konjungtiva yang merangsang pengeluaran mediator kimia seperti histamin, manifestasinya mata terasa gatal dan panas.

Rangsangan juga diterima ujung-ujung saraf sensori. Saat cahaya masuk diterima fotoreseptor diteruskan ke otak, tetapi otak tidak dapat menerima rangsang, terjadilah fotofobia.

Akibat jangka panjang dari konjungtivitis yang dapat bersifat kronis yaitu, mikroorganisme, bahan alergen dan iritatif menginfeksi kelenjar air mata sehingga fungsi sekresi juga terganggu menyebabkan hipersekresi. apabila pengeluaran cairan berlebihan dan saluran air mata / schlem tersumbat lama-lama akan meningkatkan tekanan intra okuler.

Aliran air mata yang terganggu akan menyebabkan iskemia saraf optik dan terjadi ulkus kornea yang dapat mengakibatkan kebutaan.
Konjungtivitis juga akan menyebabkan vasodilatasi arteriole yang kemudian meningkatkan aliran darah / vaskularisasi menyebabkan mata merah. Vaskularisasi juga menyebabkan kelopak mata terakumulasi lalu terjadi udem di kelopak mata.

Kurangnya pemahaman tentang bahaya konjungtivitis yang dapat menular dari mata yang tidak sehat ke mata yang sehat juga merupakan salah satu faktor pendukung

ads by google :
Oleh :

Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *