13 Dosa Pemula Penyebab Kegagalan Ternak Kroto

By | Mei 3, 2020

Meskipun tergolong cukup mudah, beternak kroto juga mempunyai resiko gagal. Kegagalan ternak kroto ini berawal dari hal hal kecil yang sering disepelekan.

Cukup banyak hal hal kecil yang harus diperhatikan untuk menghindari kegagalan ternak kroto ini. Terlebih untuk para pemula, kegagalan mesti kecil pasti sangat terasa. Untuk itulah Anda mesti tahu tentang hal hal apa saja yang sangat berpengaruh dalam kegagalan ternak kroto ini.

Faktor Internal Penyebab Kegagalan Ternak Kroto

Cukup banyak hal yag menjadi faktor penyebab kegagalan ternak kroto ini. Disini kami sudah merangkup beberapa hal yang paling utama yang menjadi kegagalan ternak kroto. Berikut ulasannya:

1. Kesalahan Peletakan Starter

Peletakan starter awal pada rak cukup berpengaruh. Bisa dikatakn cukup krusial. Tidak ppeduli dari mana Anda medapatkan bibit kroto. Mau dari alam atau bibit unggul hasil beli dari sesama petani.

Kesalahan yang sering dibuat oleh peternak kroto antara lain:

  • Peletakan semut langsug ke rak dan menyingkirkan semua daun jika starter dari alam
  • Semut langsung dikeluarkan dari toples untuk starter dari bibit beli

Hal hal yang bisa terjadi jika dilakukan:

  • Semut berkumpul di ujung rak
  • Semut tidak mau masuk media yang Anda sediakan
  • Semut menjatuhkan diri dari kandang

Kenapa hal itu bisa terjadi?

Mudah saja, sama seperti Anda jika Anda berada dalam kelompok baru, asing dan tidak menyenangkan tentulah Anda ingin segera pergi meninggalkan kelompok tersebut.

Begitu pula dengan semut rangrang. Semut akan merasa shock dan terancam sehingga semut lebih memilih untuk meninggalkan rak pembibitan yang sudah Anda sediakan.

Alih alih menempati rak baru, semut malah akan menceburkan diri ke air dan membuat jembatan degan tubuh mereka. Jembatan semut ini akan digunakan oleh semut dengan kasta lebih tinggi untuk menyeberang.

Solusinya:

Saat peletakkan awal semut kedalam kandang, hindari menghancurkan sarang awal. Biarkan semut berpindah tempat sendiri dari sarang lama ke sarang baru. Jika bibit dari alam, biarkan sarang yang terbuat dari daun. Pindahkan semut setelah semua semut berpindah ke sarang baru.

2. Bibit Koloni Jelek atau Bukan Bibit Unggul

Sudah tentu, jika bibit koloni yang Anda ambil jelek, hasil yang diberikan juga pasti kurang memuaskan. Untuk itulah penting sekali untuk Anda memastikan bibit koloni yang akan anda ternakkan adalah bibit unggul.

Kriteria bibit kurang unggul antara lain:

  • Kroto generasi ke empat dan berikutnya
  • Mempunyai ciri tubuh yang cerah dan pucat
  • Pergerakan semut terlalu agresif
  • Pantat kurus atau tidak berisi
  • Saat terjadi kontak dengan kita, semut tidak begitu sakit saat menggigit dan tidak menghasilkan cairan feromon untuk perlindungan diri

3. Mencampur Koloni Baru dengan Koloni Lama

Pencampuran koloni baru dengan koloni lama hanya akan merugikan Anda. Semut prajurit akan saling membunuh untuk menjaga daerah teritorial mereka.

Jangan pernah mencampur koloni yang berbeda dalam satu kandang jika Anda tidak ingin semut rangrang Anda mati secara sia-sia.

4. Beternak Tanpa Ratu

Jangan sekali kali mencoba beternak roto tanpa menggunakan ratu. Sau satunya semut yang bisa bertelur adalah ratu. Jika Anda berniat melakukan budidaya kroto tanpa ratu, lebih baik segera urungkan niat itu.

Jika Anda menemui sarang di alam tanpa ratu, ada dua kemungkinan. Yaitu ratu sudah mati atau ratunya sudah berpindah membuat sarang baru karena sarang lama sudah terlalu penuh.

Ratu adalah satu satunya semut yag fertil. Semut pekerja atau perawat merupakan semut mandul yang bertugas menjaga kroto. Semut ratu akan di buahi oleh pejantan. Sperma dari pejantan ini disimppan dalam tubuh sang ratu.

Jika ditemukan semut perawat yang dapat bertelur, itu karena semut perawat meminta sperma dari semut ratu. Dalam satu harinya semut perawat hanya mampu menghasilkan 1 ekor telur. Hal i ni terjadi karena antisipasi dari koloni jika ratu mati tapi belum ada calon ratu.

Faktor Eksternal Penyebab Kegagalan Ternak Kroto

1. Kapasitas Rak yang Tidak Sesuai

Saat Anda mendapatkan koloni yang relatif cukup kecil, hindari meletakkan koloni tersebut ke kandang yang besar dan luas.

Mengapa demikian? Kandang yang terlalu luas akan membuat semut sibuk untuk mengeksploirasi kandang Anda. Semut akan sibuk untuk membuat kandang sehingga semut lupa untuk membesarkan krotonya.

Solusinya, Anda berikan batasan pada pergerakan semut. Berikan sekat dengan kain yan gdilumuri oli atau bisa juga meletakkan toples dalam satu meja kecil.

2.Kondisi Rak atau Kandang yang Kurang Nyaman

Pada keadaan ini, semut akan menjadi stress karena merasa tempat yang ditinggali kurang nyaman. Semut akan berpindah tempat untuk mendapat tempat yang lebih nyaman.

Solusinya:

Letakkan kandang di tempat dengan PH dan intensitas cahaya yang cocok untuk semut rangrang.

3. Penambahan Toples Kosong Terlalu Banyak dan Cepat

Saat koloni Anda baru mulai tumbuh, hindari menambahkan toples toples kosong terlalu banyak. Seperti yang sudah Saya bahas diatas, jika toples atau kandang kosong terlalu banyak makan semut akan sibuk membuat kandang.

Semut akan membuat sarang pada toples dan akan meninggalkan sarang tersebut untuk membuat sarang baru di toples lain. Semut hanya ketagihan membuat sarang baru tanpa mengingat untuk membesarkan telur yang akan menjadi kroto.

Solusinya, Anda harus menghindari penambahan toples yang terlalu banyak dalam sekali waktu. Misal Anda punya 10 toples kroto dengan isi hampit 70% penuh, cukup tambahkan 2 atau maksimal 3 toples baru.

4. Peletakan Rak yang Salah

Peletakan rak kroto haruslah tepat. Peletakan rak yag salah juga akan membuat kroto menjadi stress dan berpotensi meninggalkan rak.

Peletakkan rak Kroto harus memperhatikan berbagai hal, antara lain:

  • Intensitas cahaya, Kroto tidak bisa hidup di tempat dengan cahaya yang cukup terang. Lebih 30% cahaya matahari masuk, dapat mengakibatkan kegagalan panen.
  • Angin, Hindari tempat yang terlalu tinggi intensitas angin. Tubuh semut yang kecil akan mudah terbawa angin
  • Hujan, Hindari juga menempatkan rak ditempat yang bocor. Rak yang kebocoran akan menjadi lembab dan berjamur sehingga membuat semut menjadi tidak nyaman dan akhirnya pindah.

5. Kondisi yang Membuat Semut Tidak Nyaman

Banyak sekali kondisi yang membuat semut rangrang menjadi tidak nyaman didalam kandang. Semut yang merasa stress dan kurang nyaman akan berakibat dengan menurunnya produktivitass semut.

Hal hal yang bisa membuat semut menjadi tidak nyama diantaranya:

  • Pakan yang disediakan kurang
  • Terganggu dengan predator pemakan semut
  • Kondisi rak berjamur dan kotor
  • Posisi rak yang tidak tegak atau bergoyang
  • Rak terlalu sering dipindah karena ingin diamati
  • Terlalu banyak orang lalu lalang di sekitar rak

Solusi untuk permasalahan ini tentu sesuai dengan kondisinya:

  • Berikan pakan yang cukup
  • Hindarkan dari predator pemakan seperti cicak, tokek, kodok dan binatang lain
  • Bersihkan rak secara teratur
  • Letakkan rak pada lantai yang datar
  • Hanya ambil rak jika akan dibersihkan
  • Letakkan kandang ditempat yang sepi dan jauh dari tempat berlalu lalang

6. Suhu dan Kelembapan

Seperti yang sudah kita singgung diatas, semut rangrang tidak menyukai tempat yang terang. Kelembapan kandang juga harus dijaga.

Anda bisa menggunakan termometer digital untuk menjaga suhu ruangan agar tetap pada kisaran 30 – 35 derajat dan suhu udara rata rata 60%

Jika udara terlalu panas, Anda bisa menyemprokan air dengan spray untuk menurunkan suhu dan menaikkan kelembapan udara.

7. Peletakkan Rak yang Salah

Hindari meletakkan rak degan menempel pada dinding. Rak yang menempel didinding akan membuat semut berpindah tempat melalui dinding. Beikan jarak antara rak dan dinding agar tidak saling menempel.

Hindari juga meletakkan rak menempel antara rak yang satu dengan rak yang lain. Rak yang menempel akan membuat semut migrasi dari rak satu ke rak yang lain. Hal ini tentu dapat mengakibatkan peperangan antar koloni.

8. Peletakan Makanan yang Salah

Hindari meletakkan makanan langsung ke dalam kandang. Makanan seperti serangga, tulang, ata daging akan cepat membusuk dan membuat bau tidak sedap.

Semut rangrang akan merasa stress dengan keadaan yang seperti itu. Hal tersebut bisa mengakibatkan semut migrasi bahkan parahnya akna menyebabkan semut banyak yang mati.

Letakkan pakan di luar kandang. Agar sisa sisa pakan yang membusuk dapat Anda bersihkan

9. Genangan Air Tidak Diperhatikan

Genangan air ataupun cairan yang diletakka pada wadah di tiap kaki rak berfungsi untuk pembatas gerak semut. Jika air pada wadah kering, semut akan bebas bergerak ke luar kandang. Saat melihat ada jalan, semut akan berbondong bondong meninggalkan kandang.

Untuk itu mengecek genangan air pada wadah secara rutin sangat penting untuk mengantisipasi wadah kekeringan.

10. Tergesa Gesa Saat Panen

Kebayakan dari pemula, mereka terlalu bersemangat saat panen. Seperti

  • Memanen hampir 99% koloni dalam satu toples
  • Memanen hampir 90% toples dalam kandang

Proses memanen yang membabi buta akan sangat merugikan Anda. Koloni akan mengalami keterlambatan regenerasi bahkan tidak mampu melakukan regenarasi kroto baru. Setelah itu koloni akan menyusut secara drastis.

Dalam proses panen, usahakan memanen secara rapi. Dalam satu waktu proses panen, Ambil maksimal 80% kroto per toples dan maksimal 50% dari total toples yang dimiliki.

Tujuan memanen seperti ini agar para semut tidak stress karena merasa kehilangan kroto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.