Kehamilan Kosong Bisakah Dipertahankan Agar Aman

By | Maret 16, 2019

Saat divonis hamil kosong, blighted ovum atau BO, sudah dipastikan kaget dan sedih. Apakah harus kuret atau kehamilan kosong bisakah dipertahankan?

Kehamilan kosong atau blighted ovum ini seringkali terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari suami maupun istri. Untuk mengetahui secara pasti apakah kehamilan bunda termasuk kehamilan kosong, hamil palsu atau hamil anggur, bunda disarankan untuk melakukan USG.

USG dalam kehamila membantu mendeteksi jika terjadi kelainan dalam janin, misal janin tidak berkembang dengan semestinya.

Dalam sebuah tulisan lain di internet, kehamilan kosong biasanya terjadi pada kehamilan kedua dan seterusnya. Tapi saat kehamilan kemarin, dikehamilan saya yang pertama saya mengalami kehamilan kosong. Begitu pula dengan beberapa teman saya, mereka juga mengalami kehamilan kosong di kehamilan pertama mereka.

Jadi hal ini tidak bisa dijadikan patokan 100% yah bun, kalau kehamilan kosong terjadi di kehamilan kedua dan seterusnya.

Blighted ovum itu sendiri ditandai dengan beberapa hal. Tentang penyebab, tanda dan gejala kehamilan kosong ini selengkapnya bisa bunda baca disini.

Sebab dan Tanda Pasti Kehamilan Kosong

Tips Aman Hamil Setelah Kuret

Amankah Langsung Hamil Setelah Kuret?

Apakah Kehamilan Kosong dapat Dipertahankan?

Bunda yang sudah divonis mengalami kehamilan kosong ini pasti akan melakukan berbagai cara agar janin selamat. Namun dapatkah kita mempertahankan kehamilan kosong ini? Berapa lama usia kehamilan kosong ini dapat bertahan?

hamilmaksimal.com

Kehamilan kosong atau blighted ovum sangat berbahaya jika tidak ditangani secaara tepat. Biasanya kehamilan kosong dapat bertahan sekitar 3 sampai 10 minggu. Dan saya kemarin bertahan sampai usia 8 minggu, abortus complete atau keguguran komplet tanpa dikuret.

Biasanya kehamilan kosong ini dapat dideteksi dengan USG. Saat didiagnosa janin tidak berkembang, dokter akan meminta kita kembali sekitar satu atau dua minggu lagi untuk mengetahui apakah janin masih tidak berkembang atau sudah.

Jika di USG kedua ternyata janin masih tidak berkembang dan tidak terbentuk kantung kehamilan, atau terbentuk kantung kehamilan namun janin tidak berkembang. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan kuret.

Sangat tidak disarankan untuk bunda yang tetep kekeuh ingin mempertahakan kehamilannya jika sudah didiagnosis blighted ovum. Jika janin mengalami perkembangan yang lambat, kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin jika masih dipertahankan.

Namun dalam beberapa kasus blighted ovum, sebagian besar atau mungkin hampir semua mengalami abortus atau keguguran. Tubuh bunda dengan sendirinya akan merespon untuk mengeluarkan janin yang tidak berkembang karena dianggap benda asing oleh tubuh.

Abortus ini awalnya ditandai dengan nyeri atau kram perut bagian bawah atau pinggul, setelah itu disertai muncul flek darah kecoklatan. Jika sudah dalam batasnya, akan keluar darah segar yang disertai dengan gumpalan gumpalan seperti darah beku dimana ini adalah salah satu tanda dari keguguran.

Tindakan kuretase sangat disarankan untuk kehamilan kosong ini. Karena sisa sisa keguguran jika masih tertinggal dirahim akan menyebabkan infeksi. Dan tentu sangat hal tersebut berbahaya bagi ibu dan juga akan mempengaruhi proses kehamilan berikutnya.

Sekali lagi, SANGAT TIDAK DISARANKAN untuk mempertahankan janin jika sudah didiagnosis blighted ovum. Ini tentu karena akan sangat berbahaya jika tidak segera dikuret.

Amankah Langsung Hamil Setelah Kuret?

Setelah proses kuretase pasti banyak bunda yang bertanya tanya, apakah aman jika bunda langsung hamil setelah kuret.

Untuk memutuskan aman atau tidaknya, lebih baik bunda konsultasikan dulu dengan dokter spog bunda. Dari pengalaman saya kemarin, dari dua dokter yang saya kunjungi mempunyai pendapat yang berbeda. Dokter A mengatakan untuk menunggu sekitar 3 bulan, dokber B mengatakan bisa langsung hamil. Dilema kan? Saya memilih untuk mengikuti saran dari dokter A.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang harus menunggu atau tidak untuk hamil lagi setelah kuret. Salah satunya adalah faktor kesiapan rahim dalam menerima janin baru.

Selengkapnya tentang faktor faktor apa saja yang mempengaruhi bisa bunda baca disini.

Amankah Langsung Hamil Setelah Kuret?

Waspadai Bahaya Keputihan Saat Hamil

Jika bunda merasa ini bermanfaat, jangan lupa share ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.